Jakarta, Reportase Faktual || Dalam senyap sore Jakarta yang perlahan berubah kelabu, kabar kepergian Epy Kusnandar menyelinap ke ruang-ruang media sosial, membawa keheningan yang segera menyergap banyak hati.
Rabu, 03 Desember 2025 menjadi tanggal yang takkan mudah dilupakan mereka yang pernah tersentuh tawa, petuah, atau karisma sang aktor yang begitu melekat lewat sosok Kang Mus di Preman Pensiun.
Kabar itu datang langsung dari orang terdekatnya—sang istri, Karina Ranau.
Melalui unggahan singkat namun sarat duka, Karina menyampaikan bahwa Epy telah mengembuskan napas terakhir pada pukul 14.24 WIB.
Tak ada kata panjang, hanya pesan yang terasa seperti tangan yang perlahan melepaskan genggaman: “Telah berpulang ke Rahmatullah Epy Kusnandar bin Erning Sutarsa.”
Di Harmony Residence 88, Pasir Jagakarsa, Jakarta Selatan, rumah duka menjadi titik pertemuan beragam kenangan.
Dari rekan sesama aktor hingga tetangga yang kerap melihatnya tersenyum ramah, semua hadir membawa kisah masing-masing tentang seorang pria yang hidupnya tak jauh dari seni dan manusia.
Di sudut tertentu, foto dirinya sebagai Kang Mus tampak berdiri, seakan menegaskan betapa dalam karakter itu menancap dalam kultur pop Indonesia.
Pemakaman dijadwalkan berlangsung di TPU Jeruk Purut pada Kamis, 4 Desember 2025 pukul 08.00 WIB.
Beberapa kerabat mengaku sudah bersiap sejak dini hari, mereka ingin memastikan bahwa langkah terakhir aktor yang telah mewarnai layar kaca selama lebih dari dua dekade itu diiringi doa yang sepenuh hati.
Perjalanan seni Epy memang tak selalu benderang. Ia memulai dari panggung teater—ruang yang menempanya mengenali emosi, membentuk gestur, dan meraba makna kejujuran dalam berperan.
Dari sana, namanya merambat ke sinetron dan film, hingga akhirnya menemukan rumah dalam Preman Pensiun.
Sosok Kang Mus, dengan gaya bicara tenang namun tegas, menjadikan Epy bukan sekadar aktor, melainkan ikon yang hidup di tengah ingatan penontonnya.
Namun seperti manusia pada umumnya, jalan hidupnya juga dipenuhi riak. Pada Mei 2024, ia sempat menjadi sorotan karena kasus narkotika.
Peristiwa itu mengguncang publik, tetapi juga membuka ruang refleksi. Banyak penggemar yang tetap menaruh empati, mengingat perjalanan panjangnya dalam dunia seni dan bagaimana ia selalu kembali mencoba bangkit.
Di balik layar, Epy adalah suami dan ayah dari tiga anak—peran yang, menurut Karina dalam beberapa wawancara sebelumnya, ia jalani dengan kesabaran dan cinta yang besar. Keluarga itulah yang kini memeluk kehilangan paling dalam.
Kepergian Epy Kusnandar bukan hanya kabar duka; ia adalah bab penutup dari sebuah kisah panjang tentang seorang seniman yang pernah membuat banyak orang tertawa, merenung, bahkan merasa pulang lewat karakter-karakter yang diperankannya.
Dan ketika hari berganti, memori tentang dirinya mungkin tak lagi sekeras riuh kabar hari ini. Namun di hati para penikmat karya dan orang-orang yang pernah mengenalnya, senja terakhir Kang Mus akan tetap berpendar—sunyi, lembut, dan tak mudah hilang. (*)
Editor : RF1






