Jakarta, Reportase Faktual || Pemerintah Indonesia kembali menegaskan keberpihakannya pada keterjangkauan transportasi publik di tengah lonjakan mobilitas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero), kebijakan tersebut diterjemahkan secara konkret lewat program diskon tarif angkutan kereta api selama masa libur akhir tahun.
Bukan sekadar strategi promosi, program diskon ini dirancang sebagai instrumen menjaga akses mobilitas masyarakat lintas daerah, sekaligus menopang denyut ekonomi nasional.
KAI menyiapkan total 1.509.080 tempat duduk untuk layanan Kereta Api Ekonomi Komersial yang masuk dalam skema tarif khusus Nataru.
Berdasarkan data penjualan yang tercatat di Jakarta pada Sabtu, 27 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, respons publik terbilang tinggi.
Sebanyak 1.139.481 tiket atau sekitar 76 persen dari total kapasitas telah terjual. Artinya, masih tersedia 369.599 kursi yang dapat dimanfaatkan masyarakat hingga akhir periode liburan.
“Melalui KAI, pemerintah berupaya menjaga keterjangkauan transportasi selama Nataru agar masyarakat dapat bepergian dengan aman dan nyaman. Mobilitas yang terjaga ini juga mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.
Lonjakan permintaan tidak hanya terjadi pada kelas ekonomi. KAI juga memberikan potongan harga 25 persen untuk layanan Eksekutif, Luxury, dan Compartment, yang berlaku untuk pembelian tiket pada 25–31 Desember 2025.
Kebijakan ini membuka ruang bagi masyarakat untuk menikmati layanan kelas atas dengan harga lebih rasional, tanpa mengorbankan kenyamanan dan keselamatan perjalanan.
Secara keseluruhan, penjualan tiket Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 telah mencapai 3.251.764 lembar, dari total 3.506.104 tempat duduk yang disediakan KAI selama periode Nataru.
Angka tersebut mencerminkan tingginya ketergantungan publik terhadap moda transportasi rel sebagai tulang punggung perjalanan jarak menengah dan jauh di Indonesia.
Di balik angka-angka itu, terdapat efek berantai yang signifikan. Pergerakan penumpang dalam skala besar terbukti memberi dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi daerah, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Stasiun kereta menjadi simpul ekonomi sementara, menggerakkan perdagangan lokal, jasa transportasi lanjutan, hingga sektor pariwisata.
Untuk mempermudah akses, seluruh program diskon dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI.
Digitalisasi layanan ini memungkinkan masyarakat menyusun perjalanan secara lebih terencana, transparan, dan efisien, tanpa harus bergantung pada pembelian manual.
“Tujuannya agar perjalanan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 dapat berlangsung dengan nyaman, aman, dan berdampak positif bagi perekonomian nasional,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji.
Di tengah tantangan biaya hidup dan kepadatan lalu lintas akhir tahun, kebijakan tarif terjangkau ini menunjukkan bahwa transportasi publik bukan hanya soal memindahkan orang, tetapi juga menjaga ritme ekonomi dan konektivitas sosial nasional—sebuah nilai berita yang melampaui sekadar angka penjualan tiket. (*)
Editor : RF1






