Bahaya gula tersembunyi, penyebab diabetes yang tak disadari banyak orang

Ilustrasi.

Kesehatan, Reportase Faktual || Siapa sangka satu sendok saus tomat bisa mengandung lebih banyak gula daripada satu buah apel?

Di balik label makanan yang tampak sehat, ternyata banyak jebakan manis yang tidak kita sadari setiap hari.

Meski kita sering menghindari gula pasir yang terlihat, nyatanya gula tersembunyi hadir dalam hampir semua produk makanan olahan—mulai dari roti tawar, sereal, hingga minuman kemasan.

Apa Itu Gula Tersembunyi?

Gula tersembunyi adalah gula tambahan yang digunakan dalam produk olahan untuk meningkatkan rasa, memperpanjang masa simpan, atau memperbaiki tekstur.

Nama lainnya bisa menyamar sebagai glukosa, fruktosa, maltosa, sirup jagung, dekstrosa, hingga jus buah pekat.

“Banyak masyarakat mengira kalau tidak minum soda berarti sudah aman dari gula. Padahal, sepotong roti gandum bisa mengandung lebih dari 3 gram gula tambahan,” jelas seorang ahli gizi dari Surabaya.

Dampak Gula Tersembunyi bagi Tubuh

Konsumsi gula berlebih secara rutin bisa memicu:

Kelebihan berat badan

Resistensi insulin (pemicu diabetes tipe 2)

Peradangan kronis

Penurunan daya tahan tubuh

Risiko penyakit jantung

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi gula tambahan maksimal hanya 25 gram per hari (sekitar 6 sendok teh). Namun rata-rata orang Indonesia bisa mengonsumsi lebih dari dua kali lipatnya, sebagian besar dari makanan kemasan.

Cara Mengenali Gula Tersembunyi

Agar lebih waspada, perhatikan hal-hal berikut saat belanja:

Cek label “Nutrition Facts” dan perhatikan bagian Total Sugars dan Added Sugars

Hindari produk yang mencantumkan banyak nama gula di daftar komposisi

Pilih produk dengan label “Tanpa Gula Tambahan”

Waspadai makanan “diet” atau “rendah lemak” yang justru ditambahkan pemanis untuk mengimbangi rasa

Tips Mengurangi Asupan Gula Harian:

Ganti minuman manis dengan air putih atau infused water

Buat camilan sendiri di rumah dari bahan segar

Biasakan membaca label makanan

Perbanyak konsumsi protein, serat, dan lemak sehat agar tidak mudah lapar

Kurangi secara bertahap agar tidak “kaget” tubuhnya

Mengurangi gula tidak berarti hidup tanpa rasa manis. Yang penting, kita tahu dari mana asalnya dan seberapa banyak yang masuk ke tubuh kita.

Dengan kesadaran akan gula tersembunyi, kita bisa hidup lebih sehat—tanpa harus merasa dikekang. (*)

Editor : RF1

Bagikan